Powered by Blogger.

TRENDING NOW

Informasi beragam tips dan juga trik seputar hal - hal yang ada di sekitar kita
konveksi seragam kerja bandung
Source : konveksi seragam kerja

Seragam kerja merupakan bentuk representasi kantor atau lembaga tempat Anda bekerja, sehingga dalam berpakaian pun harus mencerminkan apa yang menjadi visi dan misi. Bahan yang dipilih untuk membuat seragam kerja yang nyaman dipakai haruslah sesuai dengan kondisi tempat kerja anda, baik itu seragam kerja kantor, seragam kerja lapangan, seragam kerja pria maupun seragam kerja wanita. Ada dua bahan seragam kerja yang paling sering digunakan untuk membuat seragam kerja :
  • Katun
kain katun memiliki serat yang berdaya serap tinggi. Jenis kain ini sangat pas bagi Anda yang bekerja tidak dalam ruangan ber-AC. Bahan seragam kerja yang menggunakan kain katun biasanya diperuntukkan perusahaan yang berupa pabrik sebab tingkat suhu dalam pabrik termasuk cukup tinggi. Dengan begitu, keringat yang keluar pastinya dapat terserap dengan baik sehingga membuat kerja anda menjadi nyaman dan selesai tepat waktu. Sayangnya, kain katun gampang kusut dan kotor. Dalam pengeringannya setelah dicuci pun agak lama, sehingga Anda harus berpikir untuk menggandakan jenis kain seragam kerja anda yang berbahan dasar katun ini.
  • Polyester
kain polyester berbahan dasar plastik yang kemudian diolah sehingga berupa serat-serat plastik dan dijadikan dalam lembaran-lembaran kain. Bahan seragam kerja berbahan dasar kain polyester sangat pas bagi Anda yang bekerja dengan mobilitas tinggi, karena sifat kain yang tidak mudah kusut dan tidak melar ketika dipakai. Berbanding terbalik dengan kain katun, kain polyester susah menyerap keringat sehingga akan lebih nyaman untuk digunakan di lingkungan kerja yang ber-AC atau dengan suhu rendah. Bahan seragam kerja dari kain polyester akan cepat kering setelah dicuci sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir untuk membuat seragam kerja ganda.





Tips Memilih Variasi Seragam dan Bahan Seragam Kerja

Selain mengenali jenis kain yang dipakai dalam pembuatan seragam kerja, Anda dapat mencipatakan kenyamanan lain dengan membuat variasi tampilan seragam kerja Anda. Peraturan pertama adalah jangan menyalahi ketentuan berpakaian pada seragam kerja Anda. Boleh bervariasi tidak berarti Anda lantas mengenakan pakaian yang tidak diperbolehkan sebagai seragam kerja kantor Anda.
  • Variasi seragam untuk pria
Jika Anda adalah seorang pria, Anda bisa mengenakan vest atau rompi atau jas untuk tampilan yang lebih bergaya. Jika udara sedang dingin, Anda bisa menggantinya dengan sweater. Warna yang dipilih sebaiknya dicocokkan dengan seragam kerja kantor Anda. Jangan pernah takut untuk memadu-padankan warna, karena dunia tidak melulu hitam dan putih saja.
  • Variasi seragam untuk wanita
Jika Anda wanita, variasi yang tersedia tentuya akan lebih banyak. Blazer adalah salah satu contoh dari sekian banyak pilihan yang ada. Blazer membuat tampilan seragam kerja Anda lebih formal, sehingga pas digunakan ketika Anda bertemu dengan klien penting perusahaan Anda. Selain itu, blazer juga berguna sebagai pengganti jaket ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Jadi, tubuh Anda tetap hangat dan penampilan seragam kerja Anda pun tetap stylish.





Informasi beragam tips dan juga trik seputar hal - hal yang ada di sekitar kita
jasa statistik bandung
source : jasa statistik bandung

Desain penelitian menentukan teknik statistik, bukan sebaliknya teknik statistik menentukan rancangan penelitian. Statistik dipakai untuk melayani dan sebagai alat dalam penelitian, bukan untuk menguasainya. Agar kita tepat dalam melakukan Analisis Statistik berdasarkan jenis data dan bentuk hipotesis.

Data dan penyajian data

  • Tugas peneliti adalah mendapatkan data untuk ‘mengisi’ variabel penelitian.
  • Data akan sangat bergantung daripada definisi operasional variabel penelitian.

Ditinjau dari cara memperoleh data

  • Data primer : data yang diperoleh langsung dari sumber data
  • Data sekunder :  data yang diperoleh dari sumber tidak langsung

Ditinjau dari tingkat keterukuran variabel penelitian

  • Data kualitatif : data yang tidak boleh diukur dengan angka atau data yang tidak boleh diangkakan
  • Data kuantitatif : data yang boleh diangkakan atau dikuantifikasikan

Berdasarkan tingkat pengukuran variabel penelitian yang dikuantifikasikan:

  • Data nominal
  • Data ordinal
  • Data interval (scale)
  • Data rasio

Data nominal

  • Data yang ditetapkan berdasarkan proses penggolongan atau kategorisasi.
  • Data nominal ini bersifat diskrit dan saling terpisah (mutually exlusive) antara golongan (kategori) yang satu dengan yang lain.
  • Contoh : data tentang pendapat responden terhadap kenaikan iuran (setuju/tidak setuju).

Data ordinal

  • Data yang mempunyai urutan atau boleh diurutkan berdasarkan peringkat atau atribut tertentu.
  • Contoh : data tentang rangking pelajar, hasil lomba pidato bahasa Inggris bagi siswa SMK, dan sebagainya.
  • Data ordinal juga bersifat diskrit.

Data interval (scale)

  • Data yang dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran (satuan/unit) yang sama; dapat diurutkan berdasarkan kelompok tersebut sebagaimana data ordinal.
  • Data interval umumnya bersifat kontinyu.
  • Contohnya : data tentang skor test pelajar, data tentang prestasi belajar, dan sebagainya.

Data rasio

  • Data yang dalam kuantifikasinya mempunyai nilai nol (0) mutlak; artinya ‘kuantiti’ nol (0) dapat masuk sebagai anggota data.
  • Dalam penelitian ilmu-ilmu sosial, jarang peneliti menggunakan data rasio.
  • Data rasio bersifat kontinyu.




Konversi data 

  • Dalam praktek pengolahan data, dimungkinkan melakukan konversi dari data yang mempunyai tingkat lebih tinggi ke tingkat data yang lebih rendah.
  • Data rasio -> data interval -> data ordinal -> data nominal
  • Konversi data diperlukan biasanya untuk menyesuaikan dengan teknik analisis statistik yang akan dipakai.

Analisis data

  • Analisis non-statistik
  • Analisis statistik

Analisis non-statistik

  • Data kualitatif, iaitu data-data yang tidak dapat di-angkakan, analisis non-statistik lebih tepat digunakan
  • Data kualitatif  biasanya diolah atau dianalisis berdasarkan isinya (subtansinya).
  • Analisis non statistik ini sering juga disebut dengan analisis isi (content analysis), yang mencakup analisis deskriptif, kritis, komparatif, dan sintesis.
  • Penelitian yang menggunakan data kualitatif  disebut penelitian kualitatif.

Analisis statistik

  • Untuk data kuantitatif, iaitu data yang berupa angka atau bisa diangkakan, analisis statistik lebih tepat digunakan
  • Statistik deskriptif dan statistik inferensial
  • Statistik deskriptif digunakan untuk membantu memaparkan (menggambarkan) keadaan yang sebenarnya (fakta) dari satu sampel penelitian -> penelitian deskriptif
  • Penelitian deskriptif tidak untuk menguji suatu hipotesis.

Statistika Inferensial

  • Digunakan untuk mengolah data kuantitatif dengan tujuan untuk menguji kebenaran suatu teori baru yang diajukan peneliti yang dikenal dengan hipotesis -> penelitian inferensial
  • Dalam penelitian inferensial, teknik analisis statistik yang digunakan merujuk kepada suatu pengujian hipotesis

Langkah-langkah utama dalam pengujian hipotesis:

  • Membuat asumsi -> kondisi apa yang dapat “diterima “ oleh peneliti
  • menentukan statistik ujian
  • Memilih suatu tingkat Signifikansi
  • Menghitung harga statistik ujian
  • Membuat keputusan ujian (diterima / ditolak)

Rambu-rambu Pemilihan Analisis Statistik

  • Jenis penelitian (deskriptif, inferensial)
  • Jenis variabel (terikat, bebas)
  • Tingkat pengukuran variabel (nominal, ordinal, interval)
  • Banyaknya variabel (satu, lebih dari satu )
  • Maksud statistik (kecenderungan memusat, variabilitas, hubungan (korelasi, asosiasi), pembandingan (komparasi), interaksi, kesesuaian, dan sebagainya).